PERCAKAPAN DI RUANG UGD
Hari Minggu, 17 April 2024. Sambil melangkah agak sempoyongan masuk ke ruang UGD RS Puri Cinere, kulihat sekilas jam dinding warna putih berbentuk bulat yang digantung di ruangan itu. Pukul 23.45.
[caption id="attachment_5385" align="aligncenter" width="300"] Takhsaka: The Serpent King -- Mythlok[/caption] Mengapa kereta api ini diberi nama Taksaka? Pertanyaan itu mengusikku ketika keluar dari gerbong nomor empat Kereta Api Taksaka di Stasiun Tugu, Yogyakarta, beberapa hari lalu. Bukankah “taksaka” berarti ular dalam bahasa sansekerta. Ada banyak cerita, kisah, mitos tentang ular. Dalam bahasa Indonesia ada umpatan,…
Satu Ruang UGD di sebuah rumah sakit (Foto: Istimewa) Hari Minggu, 17 April 2024. Sambil…
Satu Ilustrasi gambar: Istimewa Tigapuluh dua tahun lalu. Suatu malam, dua sahabat—Victorawan Sophiaan dan Heru…
Satu Ilustrasi: Istimewa Benar, yang dulu selalu dikatakan Pak Jakob Oetama kepada kami para wartawannya.…
Satu Pertemuan Rara Mendut (Hepi Salma) dan Pranacitra (Ali Marsudi) Foto: www.indonesiakaya.com Bung, masih enggak…
Kesatu Ilustrasi foto angkringan (Istimewa) Malam kemarin, saya kirim WA ke Mayong, sahabat sejak puluhan…
Satu Terawan Agus Putranto (Foto: www.tribunnews.com) Sahabat saya di Magelang, Mas Bejo menulis begini: Tiap…
Satu Gunernur Jateng Ganjar Pranowo menyerahkan tanah dan air Jateng, kepada Presiden Jokowi (foto:tribunjateng.com) Semalam…
Satu Minyak goreng (Foto: Istimewa) Politik itu luwes, ya Bung. Begitu kata sahabat saya dalam…
Satu Ilustrasi foto: Istimewa Novelis dan esais kondang dari Inggris, George Orwell (1903-1950), pernah mengatakan,…
Satu Buya Syafii Maarif (foto: istimewa) Beruntung, saya mengenal dua tokoh sangat terpuji ini. Dengan…
Hari Minggu, 17 April 2024. Sambil melangkah agak sempoyongan masuk ke ruang UGD RS Puri Cinere, kulihat sekilas jam dinding warna putih berbentuk bulat yang digantung di ruangan itu. Pukul 23.45.
Tigapuluh dua tahun lalu. Suatu malam, dua sahabat—Victorawan Sophiaan dan Heru Baskoro (alm)—menemukan saya dalam kondisi badan demam tinggi terbaring, di kamar sebuah rumah yang dikontrak kantor di kawasan Palmerah.
Benar, yang dulu selalu dikatakan Pak Jakob Oetama kepada kami para wartawannya. Kata Pak Jakob, “Kompas itu Indonesia mini.”
Bila ingat Yogya—ada yang nulis Jogja—selalu ingat kata aman dan damai, toleran, berbudaya, santun, ramah, terbuka, dan serentetan istilah atau kata lain yang menggambarkan sifat, karakter, watak baik masyarakat.
Sahabat saya di Magelang, Mas Bejo menulis begini: Tiap jagoan nampaknya perlu ironi agar tetap menunduk, merunduk, tawadhu, rendah hati.
Bung, masih enggak cerita tentang Rara Mendut? Saya kok mendadak ingat Novel Trilogi Rara Mendut karya Romo Mangun.
Kesatu Malam kemarin, saya kirim WA ke Mayong, sahabat sejak puluhan tahun lalu. Sebenarnya, kakaknyalah yang teman SMP saya di SMP Pangudi Luhur, Yogya. “Den, sampeyan masih ingat enggak nama penjual angkringan di perempatan Wirobrajan,” tulis saya…
Semalam saya ngobrol dengan Cak Kardi. Begitu saya biasa menyapa Sukardi Rinakit, sahabat saya yang baik hati. Biasa, obrolan malam hari.
Politik itu luwes, ya Bung. Begitu kata sahabat saya dalam suatu obrolan di Studio Cemara, Rabu lalu sebelum rekaman untuk program Trias Kredensial. Topik Trias Kredensial yang menjadi bahasan kami adalah soal serangan militer Rusia…
Novelis dan esais kondang dari Inggris, George Orwell (1903-1950), pernah mengatakan, dalam zaman kita ini tak ada yang namanya ‘lepas dari politik.’ Semua isu adalah isu politik.