NGOBROL DI MEJA MAKAN
Petang itu, kami ngobrol sambil makan. Meski belum malam, kami sebut makan malam. Yah, itu soal sebutan saja. Ada rendang daging sapi. Ada ayam bakar. Ada balado ikan. Ada sup. Enak semuanya. Kami–istri, anak, dan…
Petang itu, kami ngobrol sambil makan. Meski belum malam, kami sebut makan malam. Yah, itu soal sebutan saja. Ada rendang daging sapi. Ada ayam bakar. Ada balado ikan. Ada sup. Enak semuanya. Kami–istri, anak, dan…
Judul di atas saya pungut dari bagian terakhir esai sahabat saya, Bre Redana, di Kompas Minggu (26/6) kemarin. Biasanya kalimat bernada harapan seperti itu dikirimkan kepada kerabat atau sahabat yang tengah sakit. Ada macam-macam versi.…
Selasa lalu, kami ditraktir makan oleh Benny, sahabat sejak tahun 1976. Ketika ditanya, mau makan apa? Kami jawab, yang biasa-biasa saja, yang khas Indonesia, cocok di lidah, dan perut. Akhirnya, kami bersepakat makan gado-gado, ditambah…
Dua bulan lalu, saya pulang kampung, ke Yogya. Dan, bertemu dengan beberapa kawan sekolah waktu SMA dulu. Agenda utama saat ketemu mereka: makan Bakmi Jawa. Sepertinya biasa saja, makan…
Masa lalu tak pernah selesai. Begitu katanya. Maka ketika kemarin saya bertemu dengan teman-teman lama yang dulu sama-sama di harian Kompas, masa lalu itu segera segar kembali.
Ya, apa yang salah di negeri ini, Bung? Begitu pertanyaan seorang kawan, suatu sore pada hari Rabu, sebagaimana biasanya kami bertemu, untuk ngobrol dan ngopi. Kawan itu bertanya setelah jagad media sosial juga media online…
Ya, apa yang salah di negeri ini? Ada-ada saja yang dijadikan sebagai bahan untuk menyulut keributan. Dan, ada pula orang yang hobi mencari-cari hal untuk diributkan, digoreng-goreng, dibumbu-bumbuin, dan kemudian disebarluaskan lewat media…
Kesatu Saya lahir dan tumbuh, menjadi dewasa di desa. Masa itu, suasana kehidupan di desa betul-betul nyaman, aman, dan damai. Keakraban, keguyuban, keramahan, saling peduli, saling menghomati, dan gotong royong antar-warga, masih begitu…
IEntah sudah berapa kali saya mengutip pernyataan politik dari PM Inggris Henry Palmerstone (1784-1865) ini. Pada suatu hari, tanggal 1 Maret 1848, di hadapan Parlemen, Palmerstone mengatakan: “We have no eternal allies, and we…