TOPENG-TOPENG
IEntah sudah berapa kali saya mengutip pernyataan politik dari PM Inggris Henry Palmerstone (1784-1865) ini. Pada suatu hari, tanggal 1 Maret 1848, di hadapan Parlemen, Palmerstone mengatakan: “We have no eternal allies, and we…
IEntah sudah berapa kali saya mengutip pernyataan politik dari PM Inggris Henry Palmerstone (1784-1865) ini. Pada suatu hari, tanggal 1 Maret 1848, di hadapan Parlemen, Palmerstone mengatakan: “We have no eternal allies, and we…
Aku tidak tahu, mengapa dia dipanggil Emak. Semua orang di rumah memanggilnya, Emak. Sejak kapan, dia dipanggil Emak? Aku juga tidak tahu. Yang kutahu, dia berasal dari sebuah desa di Bojonegoro, Jawa Timur. Emak…
Don Corleone Pertama Jumat siang kemarin, saya bertemu dua teman SMP (1971-173): Pranoto dan Herry Gendut Janarta. Pranoto yang lebih 30 tahun bekerja perusahaan perminyakan, dulu paling pandai di kelas dan baik hati.…
PertamaEnam belas tahun silam sosiolog Ignas Kleden menulis artikel di Kompas (6/6/2006). Ignas antara lain menulis, dewasa ini masih sering terdengar keinginan atau harapan akan adanya pemimpin panutan. Seseorang dianggap menjadi panutan apabila dia memiliki…
Kemarin, saya menerima pesan singkat lewat WA dari seorang sahabat, yang biasa saya sapa Jenderal. Ia sehari-hari berkutat dengan masalah-masalah intoleransi, radikalisme, dan terorisme.
Maka tidak mengherankan --tetapi, aja kagetan, aja gumunan--kalau para pemburu kekuasaan itu sekarang ini tampak alim, saleh, agamis, santun, sopan, peduli, penuh belarasa, merendah, dan tebar pesona; bahkan menyebut-nyebut dirinya keturunan tokoh besar dan kondang…
Sejarah menceritakan, Serbia lama diperintah secara bergantian oleh Kekaisaran Ottoman dan Austria-Hongaria. Lalu ada tahun 1918 dibentuk federasi independen yang dikenal sebagai Kerajaan Serbia, Kroasia, dan Slovenia, yang kemudian membentuk Yugoslavia.
Kemenangan Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr, dalam pemilu presiden 9 Mei lalu di Filipina menarik perhatian, sekaligus meninggalkan setumpuk pertanyaan bagi banyak orang. Meskipun hasil berbagai survei menjelang pemilu menunjukkan dia unggul.
Hari Rabu malam lalu, seperti biasa, kami berlima berkumpul ngobrol sambil ngopi dan ngeteh. Salah seorang kawan menyebutnya sebagai “Majelis Reboan”, walau yang kumpul hanya lima orang. Yang lain menamai “Jemaat Reboan”.
Mas Ronny Tranda, kawan saya di WA Grup memosting foto–juga diposting banyak sahabat dan kawan di kelompok WA lain– kunjungan Ignatius Kardinal Suharyo ke rumah Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA.