APA YANG SALAH
Ya, apa yang salah di negeri ini, Bung? Begitu pertanyaan seorang kawan, suatu sore pada hari Rabu, sebagaimana biasanya kami bertemu, untuk ngobrol dan ngopi. Kawan itu bertanya setelah jagad media sosial juga media online…
Ya, apa yang salah di negeri ini, Bung? Begitu pertanyaan seorang kawan, suatu sore pada hari Rabu, sebagaimana biasanya kami bertemu, untuk ngobrol dan ngopi. Kawan itu bertanya setelah jagad media sosial juga media online…
Sejak Juni 2002, Israel membangun tembok di wilayah pendudukan Tepi Barat. Menurut Israel tembok sepajang lebih dari 700 kilometer itu dibangun, untuk alasan keamanan.
Ya, apa yang salah di negeri ini? Ada-ada saja yang dijadikan sebagai bahan untuk menyulut keributan. Dan, ada pula orang yang hobi mencari-cari hal untuk diributkan, digoreng-goreng, dibumbu-bumbuin, dan kemudian disebarluaskan lewat media…
Kesatu Saya lahir dan tumbuh, menjadi dewasa di desa. Masa itu, suasana kehidupan di desa betul-betul nyaman, aman, dan damai. Keakraban, keguyuban, keramahan, saling peduli, saling menghomati, dan gotong royong antar-warga, masih begitu…
IEntah sudah berapa kali saya mengutip pernyataan politik dari PM Inggris Henry Palmerstone (1784-1865) ini. Pada suatu hari, tanggal 1 Maret 1848, di hadapan Parlemen, Palmerstone mengatakan: “We have no eternal allies, and we…
Aku tidak tahu, mengapa dia dipanggil Emak. Semua orang di rumah memanggilnya, Emak. Sejak kapan, dia dipanggil Emak? Aku juga tidak tahu. Yang kutahu, dia berasal dari sebuah desa di Bojonegoro, Jawa Timur. Emak…
Don Corleone Pertama Jumat siang kemarin, saya bertemu dua teman SMP (1971-173): Pranoto dan Herry Gendut Janarta. Pranoto yang lebih 30 tahun bekerja perusahaan perminyakan, dulu paling pandai di kelas dan baik hati.…
PertamaEnam belas tahun silam sosiolog Ignas Kleden menulis artikel di Kompas (6/6/2006). Ignas antara lain menulis, dewasa ini masih sering terdengar keinginan atau harapan akan adanya pemimpin panutan. Seseorang dianggap menjadi panutan apabila dia memiliki…
Kemarin, saya menerima pesan singkat lewat WA dari seorang sahabat, yang biasa saya sapa Jenderal. Ia sehari-hari berkutat dengan masalah-masalah intoleransi, radikalisme, dan terorisme.