CARACALLA

Situs Kompleks Pemandian Umum Caracalla, yang sekarang menjadi obyek pariwisata (foto: shutterstock)

Para Kaisar Romawi meninggalkan jejak dalam sejarah dengan berbagai cara. Gaius Julius Caesar (100 SM – 44 SM), misalnya, salah satunya dikenal karena ia berkata kepada pembunuhnya, “Et tu, Brute?” , Dan kau, Brutus? Ia juga dikenal karena menamai salah satu bulan, dengan namanya: bulan Juli. Ia lah kaisar pertama yang gambar wajahnya ada di koin mata uang Romawi.

Kaisar Augustus (27 SM- 14 M), dikenal karena di zamannya tercipta sama dengan  Pax Romana (suatu keadaan ketenangan dan kedamaian) hingga masa Kaisar Marcus Aurelius (bertakhta,161 – 180). Lalu, Kaisar  Caligula (berkuasa, 39 – 41) dikenal sebagai kaisar gila, jahat, berbahaya bagi elite politik, senang  pesta pora seks,  dan membunuh orang yang  tidak disukai. Sementara Kaisar Nero (berkuasa, 54 – 68), dikenal sebagai pembakar Kota Roma. Ia  dikenal serakah, melahap sebagian besar wilayah kota untuk dijadikan istana pribadi, Domus Aurea yang terkenal, pesta seks, mabuk-mabukan, dan narkoba. Ia membunuh ibu dan istrinya.

Kaisar  Vespasian (berkuasa, 69 – 79) dipuji karena kedermawanannya kepada publik, mengubah istana Nero menjadi Amfiteater Flavian, yang lebih dikenal sebagai Koloseum, mengembalikan ruang dan hiburan kepada rakyat Roma.

Kaisar Septimius Bassianus Caracalla (berkuasa, 211 – 217; sebelumnya memerintah bersama dengan ayahnya, Lucius Septimius Severus, 198 – 211) dikenang dalam sejarah karena ia membangun pemandian umum (melanjutkan karya Severus). Meskipun Caracalla juga dicatat sebagai salah satu tiran paling haus darah dalam sejarah Romawi. Bahkan membunuh saudaranya sendiri–Publius Septimius Geta–agar bisa menjadi kaisar sendirian. Sebelumnya, mereka berkuasa barengan.

Ibarat pepatah macan mati meninggal belang, gajah mati meninggal gading, manusia mati meninggalkan nama. Setiap orang akan dikenang betdasarkan perbuatan, karya, jasa, juga reputasinya–baik maupun buruk–setelah meninggal dunia atau malah kadang, setelah tidak berkuasa.

***

Patung kepala Kaisar Caracalla (Wikipedia)

Meskipun Caracalla dikenal sebagai kaisar yang kejam dan tercatat sebagai satu dari  Five Worst Roman Emperors--Caligula, Nero, Commundus, Caracalla, dan Maximus Thrax–namun salah satu mahakaryanya masih dikenang; sekarang sisa-sisa bangunannya masih bisa dilihat: Pemandian Septimus Severus atau Thermae Severianae (Pemandian Air Hangat Severus; yang nantinya disebut Pemandian Air Hangat Caracalla)

Catatan sejarah Roma menceritakan Pemandian Caracalla, pemandian umum di Roma kuno, pembangunannya dimulai oleh Kaisar Septimius Severus pada tahun 206 M. Kemudian dilanjutkan anaknya, Kaisar Lucius Septimius Bassianus, yang lalu dikenal dengan nama Caracalla dan selesai tahun 216. Itulah sebabnya, maka disebut  Pemandian Air Panas Caracalla, sampai saat ini.

Sebagai salah satu pemandian terindah dan termewah di Roma pada masa itu, pemandian itu dirancang untuk menampung sekitar 1.600 orang.  Pemandian ini masih terus digunakan hingga abad ke-6. Reruntuhan yang masih ada, dan dilakukan restorasi.

Menurut DeLaine & Johnston dalam Roman Baths and Bathing,  para sejarawan kuno sering berdebat tentang alasan di balik pembangunan pemandian umum (thermae) oleh seorang kaisar. Ada bukti yang mendukung gagasan bahwa pemandian umum besar ini dibangun sebagai cara untuk meningkatkan dan mendukung kebijakan kesehatan masyarakat.

Bagi kota sebesar Roma, penyakit merupakan ancaman nyata bagi masyarakat awam, serta kaum Patrician kaya di rumah-rumah atrium mereka. Untuk tujuan ini, menyediakan pemandian umum adalah cara yang pasti untuk membatasi, atau setidaknya mengurangi kemungkinan, penyebaran penyakit.

Pemandian umum juga menjadi simbol kepedulian Kekaisaran Romawi;  kesejahteraan umum masyarakat. Masyarakat kemudian memandang kaisar mereka “…sebagai sosok kebapakan yang peduli terhadap kesehatan dan kesejahteraan rakyatnya.” Penguasa yang peduli pada rakyatnya.

***

Sisa-sisa bangunan Pemandian Umum Caracalla (foto: Pixabay)

Kata DeLaine & Johnston, mandi ala Romawi,  memiliki sejarah yang panjang dan beragam. Dalam sejarahnya, orang Romawi awal menggunakan pemandian, tetapi jarang, dan hanya untuk kesehatan dan kebersihan. Pemandian Romawi yang dikenal banyak orang saat ini baru muncul pada tahun 25 SM dengan thermae pertama yang dibangun oleh Kaisar Argippa.

Hingga saat itu, sebagian besar orang Romawi mandi di balneum lingkungan setempat, dengan rata-rata lima rumah pemandian per blok. Kata balneum (bahasa Latin), berarti bak mandi, kamar mandi, atau tempat untuk mandi. Berasal dari bahasa Yunani, balaneion. Kata ini secara khusus merujuk pada bak mandi pribadi kecil atau bejana mandi di rumah-rumah Romawi, yang membedakannya dari pemandian air panas umum yang lebih besar (thermae). Kata ini juga merujuk pada tindakan mandi.

Popularitas balneum ini menyebabkan terciptanya thermae. Mengikuti jejak Agrippa,  thermae (bahasa Yunani untuk “panas”) menjadi proyek kesayangan banyak Kaisar.  Sebelum Caracalla membangunnya pada tahun 217 M, ada Pemandian Nero (65 M), Titus (81 M), Domitian (95 M), dan Commodus (185 M). Dan setelah Caracalla, ada Pemandian Diocletian (305 M) dan Constantine (315 M).

Setiap kaisar berusaha untuk meningkatkan desain, kemegahan, dan popularitas kompleks pemandian sebelumnya. Untuk menciptakan popularitas, biaya untuk mandi hampir tidak ada dan terkadang gratis. Karena itu, pemandian harus disubsidi oleh pemerintah. Kompleks pemandian besar tidak hanya ditemukan di Roma, tetapi di seluruh wilayah kekaisaran Roma.

Jadi, mengapa membangun tempat pemandian umum? Kata Elliott McDonald (The Collector, 6 Februari 2021) mandi identik dengan bangsa Romawi, sama seperti jalan raya, legiuner, dan toga. Bangsa Romawi menikmati kesenangan sederhana dari air hangat yang bersih, sebuah kemewahan dibandingkan dengan sebagian besar dunia kuno.

Maka, beberapa kaisar memiliki kompleks pemandian mewah yang dinamai sesuai nama mereka. Sejarawan Suetonius bahkan mencatat bahwa waktu terbaik untuk meminta bantuan kepada kaisar Vespasian adalah setelah kaisar mandi. Setelah mandi, badan terasa segar; kalau badan segar, pikiran juga segar.

Pemandian Romawi digunakan oleh warga kaya dan miskin dan tersebar di seluruh kekaisaran. Pada abad ke-4 M, terdapat sekitar 850 pemandian, di Roma saja. Pemandian Romawi dan budaya mandi mencapai puncaknya di thermae yang megah dan rumit. Kompleks pemandian mewah ini mendominasi lanskap sekitarnya dan sering dinamai menurut nama kaisar yang berkuasa.

Banyak thermae memajang piala dan patung di seluruh area dan bertindak sebagai pernyataan nyata kekuasaan Romawi bagi siapa pun yang masuk. Pemandian air panas seringkali merupakan bangunan terbesar dan oleh karena itu memiliki banyak fungsi sekunder. Tidak jarang ruang kuliah, perpustakaan, dan bahkan tempat suci serta taman terhubung dengan kompleks pemandian utama.

Di Roma kuno, mandi bukanlah sekadar rutinitas harian. Itu adalah ritual bersama, acara sosial, dan ciri khas peradaban Romawi. Pemandian Romawi adalah tempat warga berkumpul untuk bersantai, membahas politik, berolahraga, dan menikmati keindahan serta arsitektur (Walk Inside Rome & Italy)

Pemandian umum merupakan landasan kehidupan sosial Romawi. Tempat-tempat ini berfungsi sebagai tempat pertemuan di mana senator, pedagang, seniman, dan pekerja dapat berinteraksi secara setara, setidaknya selama beberapa jam. Mandi juga merupakan simbol kuat identitas Romawi. Kebersihan, ketertiban, dan ruang bersama mencerminkan nilai-nilai peradaban itu sendiri. Aksesibilitas pemandian, bahkan bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi, memperkuat gagasan bahwa budaya Romawi milik semua orang di dalam kekaisaran.

Kata Kieren Johns (The Collector, 1 Mei 2025), Pemandian Septimus Severus atau Thermae Severianae (Pemandian Air Hangat Caracalla), meskipun dibangun oleh salah satu kaisar Roma yang paling dibenci, Pemandian Caracalla adalah mahakarya arsitektur yang memengaruhi arsitektur di Roma dan sekitarnya.

***

Collsseum, salah satu simbol kekuasaan Kaisar Vespasian, karena itu juga disebut Amphitheatrum Flavium, yang dibangun untuk mengambil hati rakyatnya (Foto: Trias Kuncahyono)

Tetapi, Caracalla bukan hanya sebuah nama tempat pemandian umum. Caracalla bukan juga sekadar bangunan yang menggambar kemakmuran bangsa. Tetapi, Caracalla juga menyimpan cerita panjang tentang bagaimana di zaman Kekaisaran Romawi kekuasaan itu didapatkan, dipertahankan, dan digunakan apa pun cara dan jalannya oleh para kaisar, termasuk Kaisar Caracalla.

Roma adalah kota yang kaya akan simbolisme. Tempat pemandian juga merupakan simbol. Sepanjang sejarah Romawi, pemandian menjadi simbol politik yang ampuh, mewakili tema kekuasaan, kerentanan, status sosial, dan penyucian. ***

Bagaimana menurut Anda artikel ini
+1
0
+1
0
+1
38
+1
16
Kredensial